Friday, May 13, 2011

Ciri-ciri Produk Pariwisata

Secara keseluruhan, produk pariwisata pada umumnya telah diakui sebagai produk jasa dengan ciri-ciri khusus:

Tidak kasat mata: Secara fisik, barang-barang yang ditawarkan adalah nyata, dapat disentuh, dilihat, diperiksa sebelum dibeli, kadang-kadang mempunyai bau yang unik dan dapat diidentifikasi. Setelah dibeli, barang menjadi milik si pembeli. Sebaliknya, jasa tidak dapat dimiliki. Jasa dilakukan dan dievaluasi berdasarkan hasil dari pengalaman yang menyenangkan atau sebaliknya. Kebanyakan produk pariwisata mempunyai unsur-unsur yang tidak nyata, seperti hotel atau pesawat udara, tetapi pariwisata menawarkan pelayanan, karena itu produk pariwisata terdiri atas aspek jasa.

Tidak dapat disimpan: Tidak seperti barang yang nyata, kesempatan menyewakan kamar dan kesempatan menyewakan tempat duduk di pesawat udara tidak dapat disimpan atau ditumpuk untuk digunakan di masa datang. Apabila tidak digunakan pada saat itu, maka akan hilang selamanya. Produk jasa dikatakan dapat hilang atau tidak dapat disimpan.

Penawaran yang tidak elastis: Produk pariwisata tidak elastis karena tidak dapat menyesuaikan dengan perubahan permintaan, dalam jangka pendek rnaupun jangka panjang. Permintaan yang meningkat dan menurun dalam jangka pendek hanva berpengaruh kecil pada harga. Fluktuasi jangka panjanglah yang menentukan komposisi produk dan harga jualnya. Produk pariwisata tergantung pada suprastruktur yang tersedia di destinasi, seperti fasilitas jasa pelayanan, angkutan, dan akomodasi.

Elastisitas permintaan produk pariwisata: Di sisi lain, permintaan atas produk pariwisata bereaksi dengan sangat cepat terhadap kejadian dan perubahan dalam lingkungan seperti acaman keamanan (perang, kejahatan, terorisme, dan lain lain), perubahan ekonomi (nilai tukar, resesi, dan lain-lain) dan mode yang berubah.

Saling melengkapi: Produk pariwisata bukan usaha jasa tunggal. Produk ini terdiri atas beberapa subproduk yang sating melengkapi. Produksi jasa secara keseluruhan serta mutunya tergantung dari komponen-komponen yang saling melengkapi. Kekurangan dari salah satu subproduk akan berpengaruh pada produk akhir. Hal ini masih rnerupakan salah satu kesulitan besar untuk memuaskan para pelaku pemasaran pariwisata.

Tidak dapat dipisahkan: Produksi dan konsumsi terjadi pada saat yang sama, tidak ada peralihan kepemilikan. Pelanggan — wisatawan — harus hadir ketika jasa dilaksanakan untuk dinikmati. Pada kenyataannya, para wisatawan sering terlibat dalam proses produksi. Keikutsertaannya dalam berlibur (kegiatan dan hiburan yang mereka nikmati) sering kali merupakan komponen penting dari keberhasilannya. Maka dari itu produksi dan konsumsi disebut sebagai tak terpisahkan.

Heterogenitas: Produk pariwisata disebut heterogen karena sebenarnya tidak mungkin untuk memproduksi dua jasa pariwisata yang identik. Selalu ada perbedaan dalam mutu apabila sifat dari jasa yang ditawarkan tetap konstan. Heterogenitas ini memungkinkan adanva sejumlah substitusi dalam sub-sub produk yang berbeda. Namun, hasil dan produk tidak akan pernah sama. Mengganti satu hotel dengan hotel lainnya, walaupun dari kategori yang sama, akan menciptakan pengalaman yang berbeda dan menghasilkan produk akhir yang berbeda. Pengalaman dalam hotel yang sama dapat juga berbeda. Ukuran kamar jarang sama, kamar mempunyai pemandangan dan situasi yang berbeda (misalnya, dekat tangga atau lift yang gaduh).

Biaya tetap yang tinggi: Harga awal untuk menyediakan unsur-unsur dasar produk pariwisata seperti angkutan (pesawat udara, kereta api, his, dan lain- lain) dan akomodasi (hotel, dan lain-lain) sangat tinggi. Investasi yang mahal dibuat tanpa jaminan bahwa investasi akan diganti dan laba akan diperoleh di masa datang.

Padat karya: Pariwisata adalah Industri manusia. Bagian dari pengalaman perjalanan adalah mutu dari pelayanan yang diterima si pengunjung dan keterampilan pegawai perusahaan pariwisata pada destinasi wisata. Maka dari itu, ciri dari produk pariwisata adalah rasio yang tinggi antara pegawai dan pelanggan, khususnya pegawai yang berhubungan dengan pelanggan.


Judul Buku
Pemasaran Pariwisata Internasional
PengarangFrancois Vellas & Lionel Becherel
Penerbit
Yayasan Obor Indonesia

No comments:

Post a Comment